KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Pusat Komputer, secara resmi meluncurkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pengabdian Masyarakat terintegrasi dengan fokus pada transformasi digital untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Kendari dan sekitarnya. Program ini dilaksanakan mulai Senin, 10 April 2026, melibatkan lebih dari 200 mahasiswa dari berbagai program studi dan menginvestasikan dana pengembangan sebesar Rp2,5 miliar.
Inisiatif yang diberi nama “Program KKN Digital Kendari 2026” ini merupakan komitmen nyata universitas dalam mendukung pemberdayaan ekonomi lokal dan peningkatan literasi digital di tingkat masyarakat akar rumput. Dengan fokus khusus pada digitalisasi UMKM, program ini dirancang untuk memberikan pelatihan, pendampingan teknis, dan solusi teknologi kepada pelaku usaha kecil dan menengah yang masih tertinggal dalam era transformasi digital.
Kendari, sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara, memiliki potensi ekonomi yang signifikan dengan ribuan UMKM yang bergerak di sektor perdagangan, kerajinan, pertanian, dan jasa. Namun, mayoritas pelaku UMKM di wilayah ini masih menghadapi tantangan dalam mengadopsi teknologi digital untuk meningkatkan daya saing dan jangkauan pasar mereka. Itulah mengapa Universitas Muhammadiyah Kendari merasa perlu mengambil peran aktif dalam memfasilitasi perubahan ini melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang terstruktur dan berkelanjutan.
Desain Program dan Mekanisme Pelaksanaan
Program KKN Digital Kendari 2026 dirancang dengan pendekatan holistik yang menggabungkan teori akademis dengan praktik lapangan. Mahasiswa yang terlibat berasal dari Program Studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Manajemen, Akuntansi, dan Administrasi Bisnis Universitas Muhammadiyah Kendari, sehingga menciptakan kolaborasi lintas disiplin ilmu yang kuat.
Struktur program terbagi menjadi tiga fase utama. Fase pertama adalah persiapan dan pelatihan intensif selama dua minggu, dimana mahasiswa mendapatkan pembekalan tentang metodologi pengabdian masyarakat, dasar-dasar transformasi digital, platform e-commerce, sistem akuntansi digital, dan strategi pemasaran online. Fase kedua adalah pelaksanaan lapangan selama enam minggu, dimana mahasiswa akan ditempatkan di berbagai kelompok binaan UMKM untuk memberikan pendampingan langsung dan implementasi solusi teknologi. Fase ketiga adalah monitoring, evaluasi, dan pembuatan laporan akhir selama dua minggu terakhir.
Lokasi pelaksanaan program mencakup 15 kelurahan di Kota Kendari, dengan fokus khusus pada kawasan Kelurahan Baruga, Kelurahan Wawokno, Kelurahan Anduonohu, Kelurahan Poasia, dan kelurahan-kelurahan lainnya yang memiliki konsentrasi UMKM tinggi. Setiap mahasiswa akan ditugaskan kepada kelompok UMKM yang terdiri dari 3-5 usaha untuk memastikan pendampingan yang personal dan efektif.
Visi Transformasi Digital untuk Ekonomi Lokal
Direktur Pusat Komputer Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Ir. Bambang Sutrisno, M.T., menjelaskan visi mendalam di balik peluncuran program ini. “Kami percaya bahwa teknologi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan fundamental bagi setiap pelaku usaha, termasuk UMKM di tingkat lokal. Program KKN Digital ini kami rancang sebagai wujud tanggung jawab sosial kampus untuk memberdayakan masyarakat, khususnya mereka yang belum memiliki akses memadai terhadap pengetahuan dan tools digital,” ujar Bambang dalam wawancara pada Senin pagi di kantor Pusat Komputer.
Lebih lanjut, Dr. Bambang menekankan bahwa program ini diharapkan dapat menciptakan dampak jangka panjang. “Tidak hanya sekedar memberikan pelatihan satu kali, tetapi kami ingin membangun ekosistem digital yang berkelanjutan di komunitas UMKM Kendari. Mahasiswa kami akan mendampingi mereka dari tahap awal adoption teknologi, implementasi, hingga evaluasi hasil. Kami juga menyediakan platform online gratis selama satu tahun pertama untuk memudahkan akses mereka,” tambahnya.
Rencana program juga mencakup pembentukan “Cluster Digital UMKM Kendari,” sebuah wadah komunitas online dan offline yang akan terus berjalan setelah program KKN berakhir. Wadah ini diharapkan menjadi tempat bagi UMKM untuk berbagi pengalaman, mengakses pelatihan berkelanjutan, dan membangun kolaborasi bisnis yang saling menguntungkan.
Dukungan Rektor dan Institusi
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Amiruddin Saleh, M.Pd., memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. “Sebagai institusi pendidikan yang mengakar pada nilai-nilai Muhammadiyah, kami memiliki komitmen kuat untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Program KKN Digital ini adalah manifestasi dari filosofi ‘amal jarah’ kami dalam konteks modern dan relevan dengan tantangan zaman,” kata Prof. Amiruddin dalam sambutannya di acara peluncuran program.
Rektor juga mengumumkan alokasi dana tambahan sebesar Rp500 juta untuk pengembangan infrastruktur digital di Pusat Komputer, termasuk peningkatan laboratorium komputer, penyediaan perangkat lunak berlisensi, dan pengadaan server untuk hosting platform pembelajaran online gratis.
Wakil Rektor Bidang Pengabdian Masyarakat, Dr. Ir. Sri Wahyuni, M.Si., menambahkan perspektif akademis tentang program ini. “KKN kami tidak hanya tentang pemberian layanan, tetapi juga tentang pembelajaran. Mahasiswa akan belajar langsung dari permasalahan nyata di lapangan, bagaimana merancang solusi yang kontekstual dan sustainable. Ini adalah pendidikan kritis yang tidak bisa didapatkan hanya dari ruang kelas,” jelasnya.
Testimoni dan Antusiasme Peserta
Mahasiswa peserta program menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kegiatan ini. Muhammad Rafiq Hidayat, mahasiswa Teknik Informatika semester 7, menyatakan kegembiraan mengikuti program ini. “Saya sangat excited untuk terlibat langsung dalam membantu UMKM di Kendari. Ini kesempatan emas untuk mengaplikasikan skill yang sudah kami pelajari ke konteks nyata. Saya yakin pengalaman ini akan membentuk kami menjadi engineer yang tidak hanya secara teknis kompeten, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial yang tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, Siti Nurhaliza, mahasiswa Administrasi Bisnis semester 6, fokus pada aspek manajemen dan strategi bisnis dalam program ini. “Saya tertarik melihat bagaimana UMKM Kendari dapat berkembang dengan bantuan teknologi dan strategi bisnis yang tepat. Melalui program ini, saya ingin membuktikan bahwa bisnis lokal bukan hanya tentang cara-cara tradisional, tetapi bisa berkembang dengan inovasi dan digital transformation,” katanya.
Target dan Hasil yang Diharapkan
Program KKN Digital Kendari 2026 menetapkan target ambisius namun terukur. Dalam periode enam bulan, program ini bertujuan untuk:
Pertama, melatih minimal 500 pelaku UMKM dalam literasi digital dan penggunaan platform e-commerce seperti Shopify, WooCommerce, dan marketplace lokal. Kedua, membantu 150 UMKM untuk membuka toko online dan meningkatkan visibilitas digital mereka. Ketiga, mengimplementasikan sistem akuntansi digital untuk minimal 100 UMKM agar terjadi peningkatan efisiensi operasional. Keempat, meningkatkan rata-rata penjualan UMKM binaan sebesar 30-50 persen melalui saluran digital dalam periode tiga bulan pertama.
Kelima, menciptakan 50 job opportunities bagi masyarakat lokal sebagai content creator, digital marketer, atau customer service untuk UMKM yang telah bertransformasi digital. Keenam, membentuk minimal 10 kelompok usaha kolaboratif yang memanfaatkan platform digital untuk scale-up bisnis mereka.
Direktur Program KKN, Dr. Hendra Wijaya, S.Kom., M.T., menjelaskan metodologi evaluasi yang ketat. “Kami tidak hanya mengukur output kuantitatif, tetapi juga outcome kualitatif. Untuk setiap UMKM binaan, kami akan melakukan needs assessment di awal, kemudian memberikan pendampingan customized sesuai kebutuhan mereka, dan terakhir melakukan post-evaluation untuk mengukur impact nyata terhadap revenue, customer base, dan operational efficiency,” paparnya.
Kemitraan Strategis dan Dukungan Eksternal
Kesuksesan program ini juga didukung oleh kemitraan strategis dengan berbagai stakeholder. Dinas Koperasi dan UKM Kota Kendari menjadi mitra utama dalam identifikasi UMKM binaan dan koordinasi lapangan. Selain itu, Pusat Komputer juga menjalin kerjasama dengan platform e-commerce lokal seperti Tokopedia dan Shopee untuk memberikan akses khusus dan pelatihan kepada UMKM binaan.
Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kendari juga turut mendukung dengan menyediakan program pembiayaan khusus bagi UMKM yang telah menjalani transformasi digital, dengan bunga preferensial dan proses persetujuan yang dipercepat.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Kendari, Ir. Syaiful Rahman, mengapresiasi inisiatif kampus ini. “Kolaborasi antara universitas dan pemerintah lokal dalam memberdayakan UMKM adalah model yang sangat efektif. Kami lihat bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya berbicara tentang pemberdayaan, tetapi langsung terjun dengan program konkret dan terukur. Kami optimis program ini akan memberikan dampak signifikan bagi ekonomi lokal,” ucapnya.
Investasi Teknologi dan Infrastruktur
Sebagai bagian dari komitmen pada program ini, Universitas Muhammadiyah Kendari telah mengalokasikan investasi teknologi yang substansial. Pusat Komputer menyediakan 20 unit laptop refurbished yang akan didistribusikan kepada UMKM binaan yang tidak memiliki infrastruktur teknologi memadai. Selain itu, kampus juga mengembangkan learning management system (LMS) khusus yang dapat diakses secara gratis oleh peserta program untuk akses materi pelatihan digital.
Platform “Kendari Digital UMKM” yang dikembangkan khusus untuk program ini akan menyediakan tools gratis seperti social media management, email marketing, basic analytics, dan customer relationship management (CRM) untuk UMKM selama minimal satu tahun.
Relevansi dengan Sustainable Development Goals
Program KKN Digital Kendari juga sejalan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs) yang ditetapkan PBB. Khususnya, program ini berkontribusi pada SDG No. 8 tentang pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, SDG No. 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur, serta SDG No. 10 tentang pengurangan ketimpangan.
“Kami tidak hanya melihat program ini sebagai kegiatan lokal, tetapi sebagai bagian dari gerakan global untuk pembangunan berkelanjutan. Dengan memberdayakan UMKM melalui teknologi digital, kami membantu menciptakan ekonomi yang lebih inklusif, mengurangi kesenjangan digital, dan membuka peluang bagi lebih banyak orang untuk berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi,” jelas Dr. Sri Wahyuni, Wakil Rektor Pengabdian Masyarakat.
Penutup dan Harapan ke Depan
Program KKN Digital Kendari 2026 menandai momentum penting bagi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mewujudkan visinya sebagai institusi pendidikan yang relevan, adaptif, dan bermakna bagi masyarakat. Dengan melibatkan lebih dari 200 mahasiswa, investasi Rp2,5 miliar, dan dukungan dari berbagai stakeholder, program ini diharapkan menciptakan transformasi nyata dalam ekosistem UMKM Kendari.
Ke depannya, Universitas Muhammadiyah Kendari berencana untuk memperluas program ini ke daerah-daerah lain di Sulawesi Tenggara dan menciptakan model yang dapat ditiru oleh institusi pendidikan lainnya. Jika terbukti sukses, program ini juga akan dikembangkan menjadi pusat pelatihan digital permanen yang melayani UMKM secara berkelanjutan.
“Kami mengundang semua pihak, baik dari sektor privat, pemerintah, maupun masyarakat sipil, untuk bergabung dan mendukung program ini. Transformasi digital bukan hanya tanggung jawab satu institusi, tetapi merupakan gerakan bersama yang memerlukan kolaborasi semua stakeholder,” demikian ajakan Dr. Bambang Sutrisno sebagai penutup.
Dengan komitmen, strategi yang jelas, dan dukungan luas, Program KKN Digital Kendari 2026 siap menjadi katalis perubahan ekonomi digital di Kendari dan sekitarnya. Sekaligus menjadi bukti nyata bahwa universitas bukan hanya institusi pembelajaran akademis, tetapi juga agen perubahan sosial yang aktif berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang lebih baik.
—
[Artikel ini ditulis berdasarkan peluncuran program resmi Universitas Muhammadiyah Kendari pada 10 April 2026. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Pusat Komputer Universitas Muhammadiyah Kendari]