KENDARI — Pusat Komputer Universitas Muhammadiyah Kendari menyelenggarakan serangkaian kegiatan akademik berstandar nasional pada Selasa, 22 April 2026, dengan menghadirkan para ahli industri teknologi dan pendidikan untuk membahas transformasi digital di era Industri 4.0. Acara yang dihadiri oleh lebih dari 350 peserta, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga praktisi industri, menjadi bukti nyata komitmen institusi dalam mempersiapkan sumber daya manusia berkualitas untuk menghadapi tantangan digital di masa depan.
Kegiatan yang bertajuk “Seminar Nasional dan Webinar Transformasi Digital: Strategi Pengembangan Talenta TI di Era Industri 4.0” ini merupakan inisiatif strategis Pusat Komputer dalam menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan industri. Dengan melibatkan berbagai stakeholder, seminar ini menawarkan wawasan mendalam tentang perkembangan teknologi terkini, kebutuhan industri, serta peluang karir bagi generasi muda Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara.
### Latar Belakang Penyelenggaraan
Pusat Komputer Universitas Muhammadiyah Kendari, yang telah berdiri sejak 2008 dan terus berkembang sebagai pusat unggulan teknologi di kawasan timur Indonesia, mengambil langkah proaktif dalam merespons transformasi digital yang semakin cepat. Perkembangan teknologi seperti artificial intelligence (AI), cloud computing, cybersecurity, dan big data analytics telah mengubah lanskap industri secara fundamental, menciptakan permintaan akan talenta profesional yang tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki pemahaman holistik tentang implementasi teknologi dalam konteks bisnis modern.
Dr. Hasan Basri, Kepala Pusat Komputer Universitas Muhammadiyah Kendari, menjelaskan urgensi penyelenggaraan acara ini dalam wawancara eksklusif pada minggu lalu. “Kami melihat bahwa kecepatan perubahan teknologi tidak diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia lokal. Mahasiswa dan lulusan kami perlu memahami bahwa teknologi bukan sekadar alat, tetapi merupakan strategi transformasi bisnis. Oleh karena itu, kami menghadirkan seminar ini sebagai wadah pembelajaran bersama yang melibatkan akademisi, industri, dan pemerintah,” ujar Dr. Basri dengan penuh keyakinan.
Langkah ini sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi institusi pendidikan terkemuka yang menghasilkan lulusan siap industri dan mampu berkontribusi pada pembangunan ekonomi digital Indonesia. Investasi dalam program pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa menjadi prioritas utama dalam roadmap pengembangan Pusat Komputer untuk lima tahun ke depan.
### Menghadirkan Narasumber Berkualitas
Seminar nasional yang dimulai pada pukul 08.00 WITA ini menghadirkan pembicara utama dari berbagai institusi prestisius dan perusahaan teknologi terkemuka. Salah satu pembicara utama adalah Prof. Dr. Bambang Setiawan, Guru Besar Ilmu Komputer dari Universitas Indonesia, yang hadir secara virtual untuk memberikan materi tentang “Artificial Intelligence dan Machine Learning: Aplikasi Praktis dalam Industri Indonesia.”
Prof. Bambang memaparkan bahwa Indonesia memiliki potensi luar biasa dalam mengembangkan ekosistem AI, namun tantangan utamanya terletak pada ketersediaan talenta yang memadai. “Saat ini, Indonesia baru menghasilkan sekitar 15.000 spesialis AI per tahun, sementara kebutuhan industri mencapai 50.000 lebih. Ini adalah peluang emas bagi institusi pendidikan seperti Universitas Muhammadiyah Kendari untuk mengisi kesenjangan tersebut,” papar Prof. Bambang dalam sesinya yang berlangsung selama dua jam.
Selain itu, hadir pula Ir. Siti Nurhaliza, Direktur Teknologi dari PT Indonesia Digital Solutions, perusahaan yang telah membantu ratusan UMKM melakukan transformasi digital. Dalam sesinya berjudul “Strategi Implementasi Digital untuk Bisnis Kecil dan Menengah,” Ir. Siti berbagi pengalaman praktis tentang bagaimana teknologi dapat menjadi enabler pertumbuhan bisnis di sektor-sektor tradisional.
“Saya sangat terkesan dengan antusiasme mahasiswa dan dosen di Universitas Muhammadiyah Kendari. Mereka bertanya-tanya yang sangat relevan dan menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang konteks bisnis lokal. Ini adalah modal penting untuk menciptakan solusi teknologi yang kontekstual dan berkelanjutan,” ujar Ir. Siti setelah sesi diskusinya usai.
### Webinar Paralel dan Workshop Interaktif
Selain seminar utama, acara ini juga menyelenggarakan tiga webinar paralel yang membahas topik spesifik, yaitu “Cybersecurity dalam Era Digital,” “Cloud Computing dan Infrastruktur IT Modern,” serta “Data Science dan Business Intelligence untuk Pengambilan Keputusan Strategis.” Setiap webinar dimoderasi oleh praktisi berpengalaman dan dirancang untuk memberikan pembelajaran hands-on bagi peserta.
Workshop interaktif juga menjadi bagian penting dari program. Mahasiswa berkesempatan mengikuti coding challenge yang difasilitasi oleh technical mentor dari industri. Dalam sesi coding challenge ini, peserta dihadapkan dengan kasus-kasus nyata yang dihadapi oleh perusahaan teknologi, memberikan pengalaman langsung tentang bagaimana mengaplikasikan knowledge mereka dalam menyelesaikan masalah bisnis yang kompleks.
Salah satu peserta, Muhammad Rizky, mahasiswa tahun ketiga program studi Teknik Informatika, mengungkapkan pengalaman positifnya. “Saya sangat senang mengikuti seminar ini. Dari sesi dengan Pak Bambang, saya belajar bahwa AI bukan hanya tentang algoritma, tetapi tentang memahami problem domain dan user behavior. Workshop coding challenge juga sangat helpful karena saya bisa langsung melihat bagaimana konsep yang kami pelajari di kelas diterapkan dalam konteks bisnis nyata,” ucapnya dengan antusias.
### Kolaborasi Akademik-Industri untuk Masa Depan
Salah satu pencapaian signifikan dari acara ini adalah ditandatanganinya tiga Memorandum of Understanding (MOU) antara Pusat Komputer Universitas Muhammadiyah Kendari dengan perusahaan teknologi terkemuka. MOU pertama dengan PT Indonesia Digital Solutions fokus pada program magang dan rekrutmen lulusan. MOU kedua dengan PT Kendari Tech Park menyangkut pengembangan laboratory and innovation center. Sementara MOU ketiga dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berkaitan dengan program pengembangan digital economy di daerah.
Penandatanganan MOU ini menunjukkan komitmen stakeholder untuk membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan. Dr. Rinto Hasibuan, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, menyampaikan perspektifnya tentang kolaborasi ini. “Kolaborasi strategis ini bukan sekadar formalitas administrasi, tetapi merupakan komitmen nyata untuk menciptakan sinergi antara pendidikan, industri, dan pemerintah. Kami percaya bahwa melalui kerjasama yang solid, kita dapat mengakselerasi transformasi digital di Sulawesi Tenggara dan menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal,” tegas Dr. Rinto dalam pidato penutupan acara.
### Dampak dan Relevansi Bagi Ekosistem Digital Lokal
Penyelenggaraan seminar ini memiliki relevansi yang sangat tinggi bagi pengembangan ekosistem digital di Sulawesi Tenggara. Sebagai salah satu daerah di kawasan timur Indonesia yang memiliki potensi ekonomi yang besar namun masih mengalami keterbatasan dalam hal infrastruktur digital dan sumber daya manusia, Kendari membutuhkan investasi signifikan dalam pengembangan talenta TI.
Drs. Wahab Syakur, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sulawesi Tenggara, yang hadir dalam acara pembukaan, menekankan peran penting institusi pendidikan dalam strategi pembangunan digital regional. “Universitas Muhammadiyah Kendari telah menunjukkan leadership yang jelas dalam hal digital education. Program-program seperti seminar ini tidak hanya meningkatkan awareness tentang pentingnya transformasi digital, tetapi juga menciptakan jaringan profesional yang akan menjadi tulang punggung ekonomi digital kita,” ujar Drs. Syakur.
Data menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen peserta seminar menyatakan bahwa acara ini memberikan insight berharga tentang tren industri dan kemampuan diri mereka sendiri. Survei kepuasan peserta juga menunjukkan rating 4.7 dari 5 untuk kualitas konten, pembicara, dan penyelenggaraan acara. Feedback kualitatif menunjukkan bahwa peserta menginginkan acara serupa untuk diselenggarakan secara rutin, setidaknya setiap semester.
### Program Lanjutan dan Komitmen Berkelanjutan
Mengantisipasi tingginya antusiasme peserta, Pusat Komputer Universitas Muhammadiyah Kendari telah merencanakan series kegiatan lanjutan. Dalam tiga bulan ke depan, akan diselenggarakan serangkaian workshop intensif tentang topik-topik spesifik yang menjadi trending di industri, seperti DevOps, Kubernetes, dan machine learning frameworks. Selain itu, akan juga diluncurkan mentorship program yang menghubungkan mahasiswa dengan profesional berpengalaman dari industri.
Dr. Hasan Basri mengumumkan bahwa Pusat Komputer juga sedang dalam tahap persiapan untuk mendapatkan sertifikasi internasional sebagai approved training center untuk berbagai teknologi dan platform industri. “Kami ingin memastikan bahwa lulusan kami tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis yang kuat, tetapi juga credential yang diakui secara internasional. Dengan mendapatkan status sebagai approved training center, kami bisa menawarkan sertifikasi profesional yang memiliki market value tinggi,” jelas Dr. Basri.
### Penutup
Seminar Nasional dan Webinar Transformasi Digital yang diselenggarakan oleh Pusat Komputer Universitas Muhammadiyah Kendari pada 22 April 2026 menandai momentum penting dalam perjalanan institusi untuk menjadi pioneer dalam digital education di kawasan timur Indonesia. Dengan menghadirkan narasumber berkualitas, melibatkan berbagai stakeholder, dan menandatangani beberapa partnership strategis, acara ini telah memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan awareness dan kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi informasi.
Ke depannya, tantangan adalah untuk memastikan bahwa momentum ini berlanjut dan diterjemahkan menjadi aksi konkret dalam pengembangan kurikulum, peningkatan kapasitas dosen, serta penciptaan ekosistem pembelajaran yang mendukung inovasi. Dengan komitmen yang jelas dari semua stakeholder, Universitas Muhammadiyah Kendari siap memainkan peran kunci dalam mempersiapkan generasi profesional Indonesia yang mampu bersaing di era digital.
(Kendari, 23 April 2026)