KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali mengharumkan nama institusi pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara. Kali ini, prestasi gemilang datang dari mahasiswa Pusat Komputer yang berhasil meraih juara pertama dalam Kompetisi Teknologi dan Inovasi Digital Nasional (KTDIN) 2026, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI, Senin hingga Rabu (31 Maret – 2 April 2026) lalu di Jakarta.
Tim yang terdiri dari tiga mahasiswa Pusat Komputer Universitas Muhammadiyah Kendari, yakni Muh. Rizki Pratama (mahasiswa Teknik Informatika semester 6), Siti Nurhaliza (mahasiswa Sistem Informasi semester 5), dan Eka Wijaya (mahasiswa Teknik Komputer semester 6), berhasil mengalahkan 127 tim dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia. Mereka memenangkan kompetisi dengan menghadirkan aplikasi bernama “SmartFarm Connect,” sebuah solusi teknologi untuk meningkatkan produktivitas pertanian berkelanjutan di daerah terpencil.
Pencapaian luar biasa ini menandai momentum penting bagi Pusat Komputer Universitas Muhammadiyah Kendari yang terus berinovasi dalam menghasilkan lulusan berkualitas tinggi dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Perjalanan Menuju Juara Nasional
Perjalanan tim menuju podium tertinggi kompetisi nasional ini dimulai dari sebuah ide sederhana yang lahir dari observasi mendalam tentang permasalahan petani di kawasan Sulawesi Tenggara. Muh. Rizki Pratama, ketua tim, menjelaskan bahwa inspirasi awal muncul ketika dia berkunjung ke daerah perdesaan dan menyaksikan langsung bagaimana petani kesulitan mengakses informasi pasar, cuaca, dan teknik pertanian modern.
“Kami melihat ada gap yang sangat besar antara kemajuan teknologi di kota-kota besar dengan kebutuhan informasi petani di daerah terpencil. Dari situ lahir ide untuk membuat aplikasi yang tidak hanya user-friendly tetapi juga dapat diakses dengan koneksi internet yang terbatas,” tutur Rizki dalam wawancara eksklusif di kantor Pusat Komputer, Selasa (1 April 2026).
Aplikasi “SmartFarm Connect” yang mereka kembangkan selama tiga bulan terakhir menawarkan fitur-fitur revolusioner. Pertama, aplikasi ini memberikan prediksi cuaca real-time yang akurat spesifik untuk area pertanian tertentu. Kedua, menyediakan platform pasar digital yang menghubungkan petani langsung dengan pembeli, mengeliminasi perantara yang selama ini merugikan petani. Ketiga, aplikasi ini dilengkapi dengan fitur edukasi berbentuk video tutorial singkat tentang teknik pertanian modern dalam bahasa lokal.
Desain aplikasi juga mempertimbangkan kondisi infrastruktur digital di daerah terpencil. Tim merancang aplikasi dengan ukuran file yang kecil, konsumsi data minimal, dan dapat berfungsi optimal bahkan dengan kecepatan internet 2G.
Siti Nurhaliza, yang bertanggung jawab atas aspek desain user interface dan user experience, mengatakan bahwa setiap detail dipikirkan dengan matang untuk memastikan kemudahan penggunaan bagi pengguna dengan tingkat literasi digital yang bervariasi.
“Kami melakukan user testing berkali-kali dengan melibatkan petani asli dari beberapa desa di Kendari. Feedback mereka sangat berharga untuk penyempurnaan aplikasi. Kami ingin memastikan bahwa teknologi yang kami buat benar-benar solusi, bukan hanya produk yang terlihat canggih tetapi tidak praktis digunakan,” jelas Siti dengan antusias.
Sementara itu, Eka Wijaya fokus pada aspek backend development dan integrasi dengan berbagai API untuk pengambilan data cuaca, informasi pasar, dan sistem pembayaran digital. Dedikasi mereka membayar hasil dengan masuk sebagai finalist terbaik dari 127 peserta di tingkat nasional.
Dukungan Optimal dari Pusat Komputer
Kesuksesan ini tidak terlepas dari dukungan penuh dari Pusat Komputer Universitas Muhammadiyah Kendari. Sejak proyek dimulai, ketiga mahasiswa mendapatkan bimbingan intensif dari para dosen pembimbing, akses ke laboratorium komputer dengan fasilitas terkini, serta motivasi untuk terus berinovasi.
Dr. Jamaluddin, M.Kom., Ketua Pusat Komputer Universitas Muhammadiyah Kendari, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian mahasiswanya ini. Dalam pernyataan resmi yang diberikan pada Rabu (2 April 2026), Dr. Jamaluddin menekankan bahwa prestasi ini mencerminkan komitmen institusi dalam mengembangkan ekosistem inovasi dan entrepreneurship di kampus.
“Kami sangat bangga dengan pencapaian tim kami. Ini bukan sekadar trofi atau medali, tetapi bukti nyata bahwa mahasiswa Pusat Komputer Unismuh Kendari mampu bersaing dengan mahasiswa dari universitas-universitas terkemuka di Indonesia. Lebih penting lagi, mereka telah menciptakan solusi teknologi yang memiliki dampak sosial nyata untuk masyarakat,” ujar Dr. Jamaluddin dalam konferensi pers di kampus.
Ketua Pusat Komputer juga menambahkan bahwa prestasi ini menjadi motivasi bagi institusi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengembangan inovasi.
“Kami akan terus mendorong mahasiswa kami untuk tidak hanya fokus pada aspek akademis, tetapi juga mengembangkan kemampuan problem-solving dan entrepreneurship. Kompetisi seperti KTDIN adalah wadah yang sempurna untuk menguji kemampuan dan kreativitas mahasiswa kami di panggung nasional,” tambahnya.
Prestasi Berganda untuk Unismuh Kendari
Sebelum kejuaraan di kompetisi teknologi nasional ini, Universitas Muhammadiyah Kendari telah membangun reputasi solid dalam menghasilkan lulusan berprestasi. Data dari bagian akademik menunjukkan bahwa dalam tiga tahun terakhir, mahasiswa Unismuh Kendari telah meraih berbagai penghargaan di tingkat regional dan nasional, mencakup kompetisi bidang pertanian, kesehatan, pendidikan, dan teknologi.
Prestasi tim SmartFarm Connect di kompetisi KTDIN 2026 ini menandai puncak dari upaya sistematis institusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mendorong budaya inovasi di kalangan mahasiswa.
Prof. Dr. H. Muafar, M.Pd., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, mengutarakan apresiasi mendalam atas pencapaian mahasiswa dan dosen pendambing.
“Prestasi ini membuktikan bahwa lokasi geografis kampus di Kendari bukanlah hambatan untuk menghasilkan inovasi berkualitas tinggi. Justru, kami memiliki keunggulan dalam memahami kebutuhan lokal yang dapat diterjemahkan menjadi solusi teknologi relevan. Saya menjamin bahwa universitas akan terus memberikan dukungan penuh untuk mengembangkan ekosistem inovasi yang lebih kuat,” ujar Rektor Muafar dalam pernyataan tertulis yang diterima wartawan pada Rabu (2 April 2026) pagi.
Dampak Jangka Panjang dan Komersial
Menariknya, prestasi di tingkat nasional ini membuka peluang baru bagi tim. Setelah memenangkan kompetisi nasional, SmartFarm Connect mendapatkan tiga tawaran menarik dari perusahaan teknologi terkemuka untuk melakukan kolaborasi pengembangan lebih lanjut dan ekspansi pasar. Selain itu, tim juga menerima beasiswa pendidikan untuk melanjutkan studi ke program pascasarjana dengan fokus pada entrepreneurship dan teknologi digital.
Muh. Rizki Pratama mengungkapkan rencana ambisius untuk mengkomersialkan aplikasi SmartFarm Connect dalam enam bulan ke depan.
“Target kami adalah melakukan soft launch di tiga provinsi di Indonesia Timur, khususnya Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Gorontalo. Kami akan bermitra dengan dinas pertanian dan kelompok tani di setiap daerah untuk memastikan adopsi aplikasi berjalan optimal. Setelah itu, kami akan ekspansi ke pulau-pulau lain dengan kondisi pertanian serupa,” jelas Rizki dengan penuh optimisme.
Rencana komersial ini juga menarik perhatian Pusat Inkubasi Bisnis Universitas Muhammadiyah Kendari untuk memberikan dukungan dalam aspek manajemen bisnis, legal, dan akses ke network investor potensial.
Refleksi dan Pembelajaran
Prestasi tim SmartFarm Connect memberikan pelajaran berharga bagi ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di daerah di luar Pulau Jawa. Pertama, bahwa inovasi teknologi dapat lahir dari mana saja, tidak harus dari pusat-pusat metropolitan yang sudah mapan. Kedua, bahwa pemahaman mendalam tentang permasalahan lokal adalah fondasi yang kuat untuk menciptakan solusi teknologi yang relevan dan dampaknya nyata.
Kedua, kolaborasi antara institusi pendidikan, mahasiswa, dan masyarakat lokal menciptakan sinergi yang menghasilkan inovasi bermakna. SmartFarm Connect bukan sekadar produk akademis, tetapi solusi yang lahir dari kebutuhan riil masyarakat petani.
Ketiga, prestasi ini menunjukkan bahwa dengan dukungan institusi yang memadai, fasilitas yang memenuhi standar, dan bimbingan dosen yang berkualitas, mahasiswa dari daerah pinggiran dapat bersaing dengan mahasiswa dari institusi-institusi prestisius di pusat kota.
Dr. Rina Hermawan, M.Sc., dosen pembimbing dan Kepala Program Studi Teknik Informatika, menyatakan bahwa kesuksesan ini menjadi refleksi positif tentang arah pendidikan teknologi di Indonesia.
“Kami percaya bahwa pendidikan teknologi harus relevan dengan konteks lokal. Bukan hanya mengajarkan coding atau programming abstract, tetapi bagaimana teknologi dapat menyelesaikan masalah nyata yang dihadapi masyarakat. Tim SmartFarm Connect telah membuktikan bahwa pendekatan ini berhasil dan menghasilkan inovasi berkualitas tinggi,” papar Dr. Rina saat berbincang dengan media di kampus.
Penutup
Pencapaian Muh. Rizki Pratama, Siti Nurhaliza, dan Eka Wijaya dalam Kompetisi Teknologi dan Inovasi Digital Nasional 2026 menandai era baru bagi Universitas Muhammadiyah Kendari. Prestasi ini bukan sekadar medali atau piala, tetapi bukti konkret bahwa institusi ini mampu menghasilkan lulusan dan inovasi berkualitas tinggi yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Ke depannya, diharapkan bahwa kesuksesan ini akan menginspirasi mahasiswa lain untuk lebih berani berinovasi dan mengambil risiko dalam menciptakan solusi teknologi. Dengan dukungan institusi yang terus ditingkatkan, Universitas Muhammadiyah Kendari siap menjadi pusat inovasi teknologi yang berkontribusi signifikan bagi pembangunan Indonesia, khususnya di kawasan timur Indonesia.
Tim SmartFarm Connect telah membuka jalan bagi mahasiswa Unismuh Kendari untuk bermimpi besar dan mewujudkannya dengan kerja keras, dedikasi, dan inovasi. Prestasi ini adalah awal dari kisah sukses yang lebih besar lagi di masa depan.
—
Informasi Tambahan:
– Kampus: Universitas Muhammadiyah Kendari, Jl. Sultan Qaimuddin No. 17, Kendari
– Pusat Komputer Unismuh Kendari: Gedung Rektorat Lt. 3, Universitas Muhammadiyah Kendari
– Kontak: (0401) XXXX-XXXX / email: [email protected]