KENDARI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Kendari, bekerja sama dengan berbagai organisasi mahasiswa lainnya, secara resmi meluncurkan Program Pemberdayaan Mahasiswa Terintegrasi (PPMT) pada Jumat, 04 April 2026. Program komprehensif ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan, kompetensi, dan kesadaran sosial mahasiswa melalui rangkaian kegiatan yang melibatkan seluruh lini organisasi kemahasiswaan kampus.
Peluncuran program ini berlangsung di Gedung Pusat Komputer Universitas Muhammadiyah Kendari dengan menghadirkan ratusan mahasiswa, pejabat kampus, dan berbagai stakeholder pendidikan. Acara yang dimulai pukul 10.00 WITA tersebut menampilkan presentasi program, diskusi interaktif, dan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh organisasi mahasiswa yang terlibat.
Menurut informasi yang dihimpun, PPMT merupakan inisiatif strategis yang lahir dari hasil rapat evaluasi organisasi mahasiswa pada bulan Maret lalu. Program ini mencakup lima pilar utama, yakni pengembangan kepemimpinan, peningkatan kompetensi akademik, pemberdayaan keterampilan praktis, advokasi sosial kemasyarakatan, dan pengembangan entrepreneurship mahasiswa.
Latar Belakang dan Motivasi Program
Memasuki tahun akademik 2025-2026, BEM Universitas Muhammadiyah Kendari merasakan perlunya sinergi yang lebih kuat antarorganisasi mahasiswa untuk memberikan dampak nyata bagi kehidupan kampus dan masyarakat. Ketua BEM, Ridho Pratama, mahasiswa semester enam Jurusan Teknik Informatika, menyampaikan bahwa program ini lahir dari keprihatinan terhadap fenomena mahasiswa yang belum maksimal mengembangkan potensi diri.
“Kami melihat banyak mahasiswa yang masih belum optimal dalam memanfaatkan berbagai peluang pengembangan diri selama berada di kampus. Program Pemberdayaan Mahasiswa Terintegrasi hadir sebagai solusi komprehensif untuk memastikan setiap mahasiswa mendapat kesempatan yang sama dalam mengembangkan hard skill maupun soft skill,” jelas Ridho dalam wawancara eksklusif dengan redaksi, Jumat siang.
Ridho menambahkan bahwa target ambisius mereka adalah melibatkan minimal 500 mahasiswa dalam sebulan pertama pelaksanaan program. Dengan melibatkan organisasi mahasiswa lain seperti Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan organisasi otonom lainnya, BEM percaya bahwa jangkauan dan efektivitas program akan jauh lebih maksimal.
Komponen dan Mekanisme Pelaksanaan Program
Program Pemberdayaan Mahasiswa Terintegrasi dirancang dengan struktur yang sistematis dan terukur. Pilar pertama, pengembangan kepemimpinan, akan diselenggarakan melalui serangkaian workshop, training, dan mentoring dari praktisi berpengalaman. Kegiatan ini ditargetkan untuk menghasilkan pemimpin muda yang visioner dan mampu mengelola organisasi dengan profesional.
“Kami mengundang pembicara dari berbagai latar belakang, baik dari kalangan birokrasi, industri, hingga sosial. Mereka akan berbagi pengalaman dan best practice dalam memimpin organisasi,” ungkap Ridho.
Pilar kedua fokus pada peningkatan kompetensi akademik melalui program tutor sebaya, study group terstruktur, dan seminar akademik reguler. Dengan memanfaatkan sumber daya internal kampus, program ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi akademik mahasiswa, terutama bagi mereka yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran.
Sementara itu, pilar ketiga tentang pemberdayaan keterampilan praktis mencakup workshop dalam bidang digital marketing, desain grafis, programming, public speaking, dan berbagai keterampilan praktis lainnya yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Kegiatan ini akan diadakan setiap dua minggu sekali dengan pembimbing yang berasal dari dosen dan praktisi profesional.
Pilar keempat, advokasi sosial kemasyarakatan, menekankan pada tanggung jawab sosial mahasiswa terhadap lingkungan sekitar. Program ini akan meliputi kegiatan pengabdian masyarakat, program kesehatan, pelestarian lingkungan, dan berbagai inisiatif sosial lainnya yang dirancang untuk menciptakan dampak positif bagi komunitas di sekitar Universitas Muhammadiyah Kendari.
Terakhir, pilar kelima tentang entrepreneurship mahasiswa akan memberikan pendampingan bagi mahasiswa yang memiliki ide bisnis. Mulai dari pemetaan ide, business planning, hingga fasilitasi akses permodalan, semua akan ditangani oleh tim khusus yang dibentuk BEM bersama dengan para mentor berpengalaman di bidang kewirausahaan.
Respons Pejabat Kampus
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Bambang Suryanto, M.T., dalam sambutannya pada acara peluncuran, mengapresiasi tinggi inisiatif BEM dan organisasi mahasiswa lainnya. Beliau menekankan bahwa pengembangan mahasiswa bukan hanya tanggung jawab akademik semata, tetapi juga tanggung jawab moral untuk mempersiapkan generasi pemimpin yang berkualitas.
“Saya sangat terkesan dengan konsep program yang komprehensif ini. Ini menunjukkan keseriusan organisasi mahasiswa dalam memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan karakter dan kompetensi mahasiswa kami. Universitas akan memberikan dukungan penuh, baik melalui fasilitas maupun akses ke narasumber berkualitas,” ujar Prof. Bambang dalam pidatonya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Ir. Siti Nurhaliza, M.Eng., juga menambahkan bahwa pihak universitas siap memfasilitasi semua kebutuhan program ini. Beliau menekankan bahwa mahasiswa adalah aset utama kampus yang harus dikembangkan secara optimal.
“Kami tidak hanya menginginkan mahasiswa yang pandai secara akademik, tetapi juga mahasiswa yang memiliki karakter kuat, rasa tanggung jawab sosial, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di era digital ini. Program PPMT sangat sejalan dengan visi pengembangan mahasiswa yang kami anut,” jelasnya.
Kepala Pusat Komputer Universitas Muhammadiyah Kendari, Drs. Muhammad Hafidh, S.Kom., M.T., menambahkan bahwa fasilitas Pusat Komputer akan dibuka untuk mendukung pelaksanaan berbagai workshop teknis yang merupakan bagian dari program ini. Beliau percaya bahwa dengan melibatkan mahasiswa dalam kegiatan pengembangan diri yang terstruktur, tingkat retensi dan prestasi mahasiswa akan meningkat secara signifikan.
“Pusat Komputer kami memiliki laboratorium dengan peralatan modern yang dapat digunakan untuk workshop programming, digital marketing, dan berbagai kegiatan praktis lainnya. Kami berkomitmen untuk memberikan akses maksimal kepada mahasiswa yang ingin mengikuti program pemberdayaan ini,” ujar Drs. Hafidh.
Dukungan Organisasi Mahasiswa Lainnya
Selain BEM, dukungan datang juga dari berbagai organisasi mahasiswa lainnya. Ketua Senat Mahasiswa, Ahmad Yusuf Pratama, mengakui pentingnya kolaborasi antarorganisasi dalam program semacam ini.
“Sebagai Senat Mahasiswa, kami sangat mendukung inisiatif ini. Program PPMT bukan hanya tentang meningkatkan kompetensi, tetapi juga tentang membangun rasa kebersamaan dan sinergi di antara organisasi mahasiswa. Kami akan memastikan bahwa program ini sampai ke setiap mahasiswa tanpa terkecuali,” ucap Ahmad Yusuf.
Dari sisi Himpunan Mahasiswa Jurusan, Ketua HMJ Teknik Informatika, Eka Putri Dewi, menyatakan kesediaannya untuk mengintegrasikan program PPMT dengan kegiatan reguler HMJ. Menurutnya, program ini akan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa di luar kelas formal.
“Sebagai HMJ, kami fokus pada pengembangan kompetensi teknis di bidang informatika. Program PPMT memberikan kesempatan kepada mahasiswa kami untuk juga mengembangkan hard skill di bidang lain, seperti entrepreneurship dan komunikasi, yang sama pentingnya untuk karir profesional mereka di masa depan,” kata Eka.
Dampak yang Diharapkan
Dengan pelaksanaan Program Pemberdayaan Mahasiswa Terintegrasi ini, BEM memiliki harapan besar terhadap perubahan positif dalam ekosistem kemahasiswaan di Universitas Muhammadiyah Kendari. Pertama, diharapkan ada peningkatan kualitas kepemimpinan mahasiswa yang nantinya akan berdampak pada peningkatan kualitas organisasi mahasiswa itu sendiri.
Kedua, program ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi akademik mahasiswa secara kolektif. Dengan adanya program tutor sebaya dan study group terstruktur, mahasiswa yang mengalami kesulitan belajar dapat mendapat bantuan lebih intensif dari teman-temannya.
Ketiga, dari aspek keterampilan praktis, diharapkan lulusan Universitas Muhammadiyah Kendari akan memiliki bekal keterampilan yang lebih lengkap dan relevan dengan kebutuhan industri, sehingga meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja.
Keempat, program advokasi sosial diharapkan dapat meningkatkan kesadaran tanggung jawab sosial mahasiswa terhadap komunitas sekitar, menciptakan mahasiswa yang tidak hanya cerdas tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Kelima, pilar entrepreneurship diharapkan dapat menghasilkan entrepreneur muda yang inovatif dan mampu menciptakan lapangan kerja baru, bukan hanya mencari kerja.
Mekanisme Pendaftaran dan Timeline
Pendaftaran peserta program PPMT telah dibuka sejak tanggal peluncuran, yakni 04 April 2026, dan akan ditutup pada tanggal 30 April 2026. Mahasiswa dari semua jurusan dan semester diundang untuk mendaftar melalui portal online khusus yang telah disiapkan oleh panitia.
“Kami membuat proses pendaftaran semudah mungkin agar semua mahasiswa bisa berpartisipasi. Cukup dengan mengakses website portal pendaftaran dan mengisi formulir online, mahasiswa sudah bisa mendaftar untuk mengikuti program ini. Tidak ada biaya sama sekali, semua gratis karena ini adalah program dari organisasi mahasiswa,” terang Ridho.
Pelaksanaan program akan dimulai pada bulan Mei 2026 dengan jadwal yang fleksibel, menyesuaikan dengan kesibukan akademik mahasiswa. Setiap mahasiswa peserta akan mendapatkan sertifikat kehadiran dan sertifikat kompetensi berdasarkan pilar program yang mereka ikuti.
Penutup
Program Pemberdayaan Mahasiswa Terintegrasi yang diluncurkan BEM Universitas Muhammadiyah Kendari pada 04 April 2026 merupakan langkah progresif dalam upaya meningkatkan kualitas mahasiswa secara holistik. Dengan melibatkan berbagai organisasi mahasiswa, dukungan penuh dari pimpinan universitas, dan merancang program dengan struktur yang komprehensif, ada harapan besar bahwa program ini akan memberikan dampak signifikan terhadap pengembangan diri mahasiswa.
Seiring dengan visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi institusi pendidikan yang menghasilkan lulusan berkualitas, berkarakter, dan peduli sosial, program PPMT hadir sebagai salah satu instrumen penting untuk mewujudkan visi tersebut. Ke depannya, diharapkan program ini tidak hanya menjadi kegiatan satu kali, tetapi menjadi bagian integral dari ekosistem pengembangan mahasiswa yang berkelanjutan di kampus Kendari ini.
Sebagai penutup, Ketua BEM Ridho Pratama menutup acara peluncuran dengan pernyataan yang penuh semangat: “Kami percaya bahwa mahasiswa adalah agen perubahan. Program ini adalah langkah nyata kami untuk memberdayakan mahasiswa sehingga mereka tidak hanya menjadi mahasiswa biasa, tetapi pemimpin, entrepreneur, dan agen perubahan sosial yang berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara.”
—
Redaktur: Departemen Publikasi dan Advokasi BEM Universitas Muhammadiyah Kendari